Harga
gula dipasar Manado meningkat hingga 35%. Peningkatan tersebut terjadi sebelum
bulan puasa, hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat karena pada bulan puasa
pasti permintaan akan gula lebih meningkat. Jika persediaan gula di Manado
terus menipis dan pemerintah tidak bergerak cepat, mungkin saja peningkatan
harga gula bisa mencapai 40 sampai 45 persen.
Kamis, 11 April 2013
Rabu, 13 Maret 2013
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar
belakang
Sistem
identifikasi menjadi suatu hal yang penting pada penerapan Teknologi informasi.
Saat ini sering dijumpai masalah mengenai system identifikasi, seperti sistem
identifikasi dapat ditiru, pembacaan identifikasi dilakukan secara manual, dan
kapasitas penyimpanan data yang yang terbatas contohnya barcode dan smartcard
dimana barcode membaca label secara laser optik atau teknologi image, dan
smartcard sistem identifikasi ini harus menggesekan kartu terlebih dahulu.
Dalam
beberapa tahun terakhir identifikasi menggunakan frekuensi transmisi radio
radio telah menggantikan teknologi barcode dan smartcard, yaitu teknologi RFID
(Radio Frequency Identification) karena kecanggihan teknologi, security yang
lebih tinggi, kemudahan otomasi, dan penerapan dibidang industry.
Dengan
menggunakan teknologi frekuensi transmisi radio, RFID memiliki kelebihan
diantara teknologi lain, yaitu memungkinkan identifikasi secara jarak jauh,
tidak terhalang oleh bahan non-logam, pembacaan beberapa label sekaligus dalam
satu detik sehingga memberi banyak kemudahan dan menambah efisiensi, pembacaan
identifikasi secara otomatis dan cepat. Selain itu juga, RFID mampu melakukan
perubahan data yang sudah disimpan kapan saja. Maka bukan tidak mungkin RFID
menjadi lebih luas penggunaannya.
Akan
tetapi, dengan masih jarangnya penggunaan teknologi RFID di Indonesia
menyebabkan sedikit vendor yang menyediakan komponen RFID. Yang pada akhirnya
membuat komponen RFID tersebut sulit ditemukan. Maka dari itu, dalam penelitian
ini akhirnya kami memakai RFID dengan kemampuan read only saja, dan RFID tag
yang bersifat ROM.
Sabtu, 19 Januari 2013
Penjelasan Kutipan, Abstraksi dan
Daftar Pustaka
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
* KUTIPAN
Pengertian
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat/ide/gagasan
orang laing yang diambil dari sumber tertentu.
Cara mengutip
Kutipan menyebutkan nama (penulis/editor –cukup nama
belakang), tahun terbit sumber referensi, halaman (yang dikutip).
………………. (Trimo, 2007: 202)
Trimo (2007: 202) menyatakan ……
Menurut Trimo (2007: 202) …………
Cara Mengutip: Kutipan Langsung
Pendek
1. Kutipan langsung pendek = kutipan tdk lebih dari 4 baris
2. Kutipan diintegrasikan langsung dalam teks
3. Jarak baris kutipan sama dengan jarak baris teks yang ada
(2 atau 1½ spasi)
4. Kutipan diapit dengan tanda kutip (“…”)
Contoh:
Terkait dengan keindahan bahasa sastra Semi (1993: 81)
menyatakan bahwa “bagaimanapun juga kemampuan penulis dalam mengeksploitasi
kelenturanbahasa akan menimbulkan kekuatan dan keindahan bahasa”.
Cara Mengutip: Kutipan Langsung
Panjang
1. Kutipan langsung panjang = kutipan 4 baris atau lebih
2. Kutipan dipisahkan dengan badan teks
3. Kutipan berjarak 1 spasi (badan naskah biasanya 2 atau 1½
spasi)
4. Kutipan tidak selalu menggunakan tanda kutip (boleh ada,
boleh tidak)
5. Seluruh kutipan diletakan menjorok ke dalam (5 –7
ketukan)
6. Jika terjadi, kutipan dalam kutipan, gunakan tanda kutip
tunggal/jamak.
Contoh :
Terjemahan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia banyak yang
tidak memuaskan karena para penerjemah tidak terlatih dalam ilmu penerjemahan.
Misalnya salah satu terjemahan berikut ini.
“Suatu pikiran yang telah tersebar dengan luas sekali orang
banyak menggambarkan buku-buku sebagai benda tak berjiwa, tidak effektif
(sic!), serba damai yang pada tempatnya sekali berada dalam
kelindungan-kelindungan sejuk dan ketenangan akademis dari
universitas-universitas dan tempat …” (Sani, 1959: 7).
Cara Mengutip: Kutipan Tidak Langsung
1. Yang dikutip hanya ide pokoknya, bahasa kutipan dengan
bahasa sendiri
2. Kutipan diintegrasikan dalam badan naskah/teks
3. Jarak bagian kutipan sama dengan jarak badan teks lainnya
4. Kutipan tidak menggunakan tanda kutip
Contoh :
Bentuk tulisan faktual yang berupa recount(penceritaan
kembali) dalam media massa sangat beragam. Hal ini disebabkan sejalannya tujuan
penulisan sebuah recount yang mengarah pada bentuk hiburan atau pemberian
informasi (Callaghan & Rothery, 1993: 53). Banyak rubrik surat kabar
nasional yang menyediakan tempat untuk pembaca untuk terlibat dalam komunikasi
nasional yang dijalin dalam bentuk artikel-artikel.
Manfaat dan Kegunaan mengutip
Kutipan memiliki
banyak manfaat diantaranya :
1. Menunjukkan
kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2. Menunjukkan
kecermatan yang lebih akurat.
3. Memudahkan
penilaian penggunaan sumber dana.
4. Memudahkan
pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5. Mencegah
pengulangan penulisan data pustaka.
6. Meningkatkan
estetika penulisan.
7. Memudahkan
peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang
terkait dengan data pustaka.
Kutipan juga
memiliki kegunaan diantaranya :
1. Sebagai Tinjauan
Pustaka dalam penyusunan skripsi
2. Sebagai referensi
untuk mencari pengertian dalam penyusunan skripsi dan penulisan ilmiah
*ABSTRAKSI
Pengertian
Abstraksi
adalah proses pengabstrakan atau
penyembunyian detail
program yang sangat
rumit sehingga kita
tidak perlu untuk mempermasalahkan pembuatannya. Kita
hanya perlu obyek
tersebut dapat kita gunakan
sesuai fungsinya.Dalam java
suatu metode ditentukan dari
dalam kelas tetapi tidak disertai definisinya, metode ini dikenal dengan
metode abstrak, sedangkan
kelasnya disebut kelas abstrak. Definisi kelas diletakkan
pada masing-masing kelas turunannya. Kelas
abstrak biasanya dibuat
apabila pada subkelas-subkelas memerlukan operasi yang
sama dengan metode tersebut, akan tetapi antara subkelas
dengan subkelas lain
memiliki tindakan yang berbeda.Untuk mendeklarasikan kelas
abstrak dan metodenya, dipergunakan kata kunci abstract.
Tujuan
1. Membantu
seseorang yang sibuk untuk dapat mengetahui suatu artikel, hasil penelitian,
berita yang terbaru tanpa harus membaca full text.
2. Menghemat
waktu, tenaga dan biaya
3. Membantu dalam
memecahkan masalah dalam penguasaan bahasa
4. Dapat dipakai
sebagai pengganti artikel asli
5. Sebagai salah
satu alat kelengkapan dalam penelusuran surut / pencarian informasi
6. Sarana untuk
membuat indeks.
Contoh Abstraks
ABSTRAK
Rahimon Febrinaldo Ruslan. 11106099
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB TENTANG PENYEBARAN
DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI KOTA TANGERANG MENGGUNAKAN ARCVIEW 3.3 DAN MAPSERVER
Tugas Akhir, Jurusan Sistem informasi, Fakultas Ilmu Komputer
dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma, 2010.
Kata Kunci : Arcview, Framework chameleon, Industri,
Mapserver, Sistem Informasi Geografis.
(xvii + 102 + Lampiran)
Kota Tangerang merupakan kota kawasan industri dengan
penyebaran yang sangat banyak di berbagai kecamatan kota Tangerang. Pertumbuhan
industri di kota Tangerang juga mengalami siklus naik dan turun dalam hal
investasi dan jumlah tenaga kerja. Penulis membuat Sistem Informasi Geografis
tentang penyebaran dan pertumbuhan industri kota Tangerang dengan menggunakan
arcview 3.3, mapserver dengan dukungan framwork chameleon dan MySQL. Arcview
3.3 Penulis gunakan untuk proses dijitasi peta yaitu terdiri dari dijitasi
batas kabupaten yang ada di dalam propinsi Banten, kecamatan kota Tangerang, denah
kota Tangerang, dijitasi jalan dan dijitasi titik tempat penyebaran industri di
dalam kota Tangerang. Sedangkan untuk aplikasi mapserver Penulis gunakan
sebagai proses untuk menampilkan peta di dalam web dengan menggunakan framework
chameleon sebagai media penyimpanan area kerja peta situs dan MySQL Penulis
gunakan untuk pembuatan admin untuk tambah data dan hapus data di dalam web SIG
kota Tangerang ini.
Informasi yang disajikan meliputi nama perusahaan, jalan,
kecamatan, jenis perusahaan dan nilai investasi. Dengan adanya web SIG ini
diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengetahui informasi industri kota
Tangerang.
(Daftar Pustaka 2002 - 2010)
iii
*DAFTAR PUSTAKA
Pengertian
Daftar
Pustaka adalah suatu daftar yang berisi sumber bacaan yang digunakan sebagai
bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah, seperti penulisan ilmiah, skripsi,
dan thesis.
Tujuan
1. Memberikan
deskripsi yang penting tentang buku, majalah secara keseluruhan
2. Sebagai
pelengkap, karna bila seseorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang
referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam
daftar pustaka.
3. Dalam daftar
pustaka terdapat keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah
tersebut.
Contoh Daftar Pustaka
DAFTAR
PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Arkiyah, Nanik. 2007. “Analisis Tata Ruang Sirkulasi
Perpustakaan Unit II
Universitas Ahmad dahlan Yogyakarta” Skripsi Jurusan Ilmu
Perpustakaan
dan Informasi Fakultas Adab Universitas Islam Negeri
Yogyakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa. 2008. Kamus
Bahasa Indonesia.
Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional RI. 2005. Pedoman
Perpustakaan Perguruan
Tingg, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat
Jendral
Pendidikan Tinggi
Faulker. Brown, H., 1971. Planning the Academic Library, New
Castle Upon Tyne:
Oriel Press
Irhamni. 2003. “Persepsi Pemakai dan Pengaruh Desain
Interior Terhadap Aktivitas
Pemakai di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Indonesia”
Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas
Ilmu Budaya
Universitas Indonesia.
Ishar, H.K. 1992. Pedoman Umum Merancang Bangunan, Jakarta:
Gramedia
APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MEMBANTU PETANI DALAM
BERCOCOK TANAM MENGGUNAKAN VB.NET DAN ORACLE
Nur Hari
Sukoco
18110200
JURUSAN
SISTEM INFORMASI
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2012
Referensi
http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-manfaat-cara-mengutip-dan.html
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Ari%20Kusmiatun,%20S.Pd.,M.Hum./KAIDAH%20KUTIPAN%20dalam%20MKI%20_%20b%20arik.pdf
http://blog.binadarma.ac.id/andri/?tag=abstraksi
http://muhammadnurulmuhtadi.blogspot.com/2010/11/tujuan-dari-pembuatan-daftar-pustaka.html
http://library.gunadarma.ac.id/repository/search/?_cari=1&jenis=skripsi&nama=&fakultas_id=&subjek=&judul=SISTEM+INFORMASI+GEOGRAFIS+BERBASIS+WEB+TENTANG+PENYEBARAN+DAN+PERTUMBUHAN+INDUSTRI+KOTA+TANGERANG+MENGGUNAKAN+ARCVIEW+3.3+DAN+MAPSERVER&npm=&no_induk=&pembimbing=&cari=++Pencarian+Data++
Jumat, 14 Desember 2012
Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :
A. Pemilihan Topik
Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.
B. Pembahasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
C. Pemilihan Judul
Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah:
D. Menentukan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini :
E. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
F. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah
1. Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.
2. Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Sebelum Anda memulai menulis, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan Anda tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah Anda di dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaian. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.
3. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi itu sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasi calon pembaca tepat. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan Anda, maka otomatis Anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akn sulit bagi Anda untuk memilih dan memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.
Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :
A. Pemilihan Topik
Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.
B. Pembahasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
- menampilkan informasi latar belakang,
- menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian,
- memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis,
- menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu,
- menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan,
- membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi),
- memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
C. Pemilihan Judul
Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah:
- Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
- Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian.
- Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.
- Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.
- Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.
D. Menentukan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini :
- Menambah struktur pengetahuan.
- Mengembangkan metode penelitian.
- Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan formulasi kebijakan.
- Mengevaluasi program.
- Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.
E. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
- Penyusunan outline (kerangka karangan) secara garis besar dapat dilakukan dengan menggunakan pola alamiah dan pola logis.
- Macam–macam outline ( kerangka karangan ) dapat berdasarkan atas : sifat rinciannya dan berdasar perumusan teksnya.
- Syarat outline ( kerangka karangan ) yang baik adalah sebagai berikut :
- Tesis atau pengungkapan harus jelas.
- Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
- Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide jelas.
- Harus menggunakan simbol yang konsisten.
F. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah
1. Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.
2. Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Sebelum Anda memulai menulis, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan Anda tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah Anda di dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaian. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.
3. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi itu sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasi calon pembaca tepat. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan Anda, maka otomatis Anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akn sulit bagi Anda untuk memilih dan memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.
Alinea
Pengertian Alinea
Alinea adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari sebuah kalimat yg merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.
Tujuan Pembentukan Alinea
1. Menyalurkan penjelsan ide-ide atau gagasan pikiran secara detail karena terdiri dari ide pokok dari penjelsan ide dan juga paragraf merupakan bagian atau petaan-petaan dalam wacana.
2. Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lebih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.
3. Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengandung suatu tema, bila terdapat dua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea.
Macam-macam Alinea
- Berdasarkan Tujuannya
Alinea pembuka : Alinea pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Alinea penghubung : Alinea penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada alinea pembuka.
Alinea penutup : Alinea penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) menenai hal-hal yang dianggap penting.
- Berdasarkan letak kalimat utama
Paragraf Deduktif
Letak kalimat utama di awal paragraf dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
Paragraf Induktif
Letak kalimat utama di akhir paragraf. diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
Paragraf Campuran
Letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.
Contoh Alinea
Perubahan telah terjadi pada industri tradisional.Berbagai jenis peralatan produk baru seperti mesin potong, mesin pres, mesin bor, mesin bubut mesin las kini telah meningkat kapasitasnya dengan berlipat ganda. Kapasitas mesin potong pada industri modern telah banyak meningkat sebanyak ribuan kalilipat selama 1900-an. Hal ini dimungkinkan karena telah ditemukannya logam yang tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan sangat tinggi. Disamping itu, telah tercipta pula mesin-mesin peralatan yang sangat kuat untuk mendukung proses tersebut. Ide pokok pada paragraph diatas dikembangkan dngan menggunakan contoh.ide pokok terdapat pada bagia awal jadi alinea ini juga merupakan alinea deduktif.
Pengertian Alinea
Alinea adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari sebuah kalimat yg merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.
Tujuan Pembentukan Alinea
1. Menyalurkan penjelsan ide-ide atau gagasan pikiran secara detail karena terdiri dari ide pokok dari penjelsan ide dan juga paragraf merupakan bagian atau petaan-petaan dalam wacana.
2. Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lebih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.
3. Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengandung suatu tema, bila terdapat dua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea.
Macam-macam Alinea
- Berdasarkan Tujuannya
Alinea pembuka : Alinea pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Alinea penghubung : Alinea penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada alinea pembuka.
Alinea penutup : Alinea penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) menenai hal-hal yang dianggap penting.
- Berdasarkan letak kalimat utama
Paragraf Deduktif
Letak kalimat utama di awal paragraf dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
Paragraf Induktif
Letak kalimat utama di akhir paragraf. diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
Paragraf Campuran
Letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.
Contoh Alinea
Perubahan telah terjadi pada industri tradisional.Berbagai jenis peralatan produk baru seperti mesin potong, mesin pres, mesin bor, mesin bubut mesin las kini telah meningkat kapasitasnya dengan berlipat ganda. Kapasitas mesin potong pada industri modern telah banyak meningkat sebanyak ribuan kalilipat selama 1900-an. Hal ini dimungkinkan karena telah ditemukannya logam yang tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan sangat tinggi. Disamping itu, telah tercipta pula mesin-mesin peralatan yang sangat kuat untuk mendukung proses tersebut. Ide pokok pada paragraph diatas dikembangkan dngan menggunakan contoh.ide pokok terdapat pada bagia awal jadi alinea ini juga merupakan alinea deduktif.
Langganan:
Postingan (Atom)
