Kamis, 11 April 2013







Harga gula dipasar Manado meningkat hingga 35%. Peningkatan tersebut terjadi sebelum bulan puasa, hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat karena pada bulan puasa pasti permintaan akan gula lebih meningkat. Jika persediaan gula di Manado terus menipis dan pemerintah tidak bergerak cepat, mungkin saja peningkatan harga gula bisa mencapai 40 sampai 45 persen.

Rabu, 13 Maret 2013


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.    Latar belakang

Sistem identifikasi menjadi suatu hal yang penting pada penerapan Teknologi informasi. Saat ini sering dijumpai masalah mengenai system identifikasi, seperti sistem identifikasi dapat ditiru, pembacaan identifikasi dilakukan secara manual, dan kapasitas penyimpanan data yang yang terbatas contohnya barcode dan smartcard dimana barcode membaca label secara laser optik atau teknologi image, dan smartcard sistem identifikasi ini harus menggesekan kartu terlebih dahulu.
Dalam beberapa tahun terakhir identifikasi menggunakan frekuensi transmisi radio radio telah menggantikan teknologi barcode dan smartcard, yaitu teknologi RFID (Radio Frequency Identification) karena kecanggihan teknologi, security yang lebih tinggi, kemudahan otomasi, dan penerapan dibidang industry.
Dengan menggunakan teknologi frekuensi transmisi radio, RFID memiliki kelebihan diantara teknologi lain, yaitu memungkinkan identifikasi secara jarak jauh, tidak terhalang oleh bahan non-logam, pembacaan beberapa label sekaligus dalam satu detik sehingga memberi banyak kemudahan dan menambah efisiensi, pembacaan identifikasi secara otomatis dan cepat. Selain itu juga, RFID mampu melakukan perubahan data yang sudah disimpan kapan saja. Maka bukan tidak mungkin RFID menjadi lebih luas penggunaannya.
Akan tetapi, dengan masih jarangnya penggunaan teknologi RFID di Indonesia menyebabkan sedikit vendor yang menyediakan komponen RFID. Yang pada akhirnya membuat komponen RFID tersebut sulit ditemukan. Maka dari itu, dalam penelitian ini akhirnya kami memakai RFID dengan kemampuan read only saja, dan RFID tag yang bersifat ROM.

Sabtu, 19 Januari 2013



Penjelasan Kutipan, Abstraksi dan Daftar Pustaka

-----------------------------------------------------------------------------------------------------


* KUTIPAN


Pengertian
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat/ide/gagasan orang laing yang diambil dari sumber tertentu.

Cara mengutip
Kutipan menyebutkan nama (penulis/editor –cukup nama belakang), tahun terbit sumber referensi, halaman (yang dikutip).
………………. (Trimo, 2007: 202)
Trimo (2007: 202) menyatakan ……
Menurut Trimo (2007: 202) …………

Cara Mengutip: Kutipan Langsung Pendek
1. Kutipan langsung pendek = kutipan tdk lebih dari 4 baris
2. Kutipan diintegrasikan langsung dalam teks
3. Jarak baris kutipan sama dengan jarak baris teks yang ada (2 atau 1½ spasi)
4. Kutipan diapit dengan tanda kutip (“…”)
Contoh:
Terkait dengan keindahan bahasa sastra Semi (1993: 81) menyatakan bahwa “bagaimanapun juga kemampuan penulis dalam mengeksploitasi kelenturanbahasa akan menimbulkan kekuatan dan keindahan bahasa”.

Cara Mengutip: Kutipan Langsung Panjang
1. Kutipan langsung panjang = kutipan 4 baris atau lebih
2. Kutipan dipisahkan dengan badan teks
3. Kutipan berjarak 1 spasi (badan naskah biasanya 2 atau 1½ spasi)
4. Kutipan tidak selalu menggunakan tanda kutip (boleh ada, boleh tidak)
5. Seluruh kutipan diletakan menjorok ke dalam (5 –7 ketukan)
6. Jika terjadi, kutipan dalam kutipan, gunakan tanda kutip tunggal/jamak.
Contoh :
Terjemahan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia banyak yang tidak memuaskan karena para penerjemah tidak terlatih dalam ilmu penerjemahan. Misalnya salah satu terjemahan berikut ini.
“Suatu pikiran yang telah tersebar dengan luas sekali orang banyak menggambarkan buku-buku sebagai benda tak berjiwa, tidak effektif (sic!), serba damai yang pada tempatnya sekali berada dalam kelindungan-kelindungan sejuk dan ketenangan akademis dari universitas-universitas dan tempat …” (Sani, 1959: 7).

Cara Mengutip: Kutipan Tidak Langsung
1. Yang dikutip hanya ide pokoknya, bahasa kutipan dengan bahasa sendiri
2. Kutipan diintegrasikan dalam badan naskah/teks
3. Jarak bagian kutipan sama dengan jarak badan teks lainnya
4. Kutipan tidak menggunakan tanda kutip
Contoh :
Bentuk tulisan faktual yang berupa recount(penceritaan kembali) dalam media massa sangat beragam. Hal ini disebabkan sejalannya tujuan penulisan sebuah recount yang mengarah pada bentuk hiburan atau pemberian informasi (Callaghan & Rothery, 1993: 53). Banyak rubrik surat kabar nasional yang menyediakan tempat untuk pembaca untuk terlibat dalam komunikasi nasional yang dijalin dalam bentuk artikel-artikel.

Manfaat dan Kegunaan mengutip
     Kutipan memiliki banyak manfaat diantaranya  :
1.      Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2.      Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3.      Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4.      Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5.      Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6.      Meningkatkan estetika penulisan.
7.   Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan  naskah yang  terkait dengan data pustaka.
     Kutipan juga memiliki kegunaan diantaranya :
1.    Sebagai Tinjauan Pustaka dalam penyusunan skripsi
2.   Sebagai referensi untuk mencari pengertian dalam penyusunan skripsi dan penulisan ilmiah


*ABSTRAKSI


Pengertian
Abstraksi   adalah   proses   pengabstrakan   atau   penyembunyian detail   program   yang   sangat   rumit   sehingga   kita   tidak   perlu   untuk mempermasalahkan   pembuatannya.   Kita   hanya   perlu   obyek   tersebut dapat   kita   gunakan   sesuai   fungsinya.Dalam   java   suatu   metode ditentukan dari dalam kelas tetapi tidak disertai definisinya, metode ini dikenal   dengan   metode   abstrak,   sedangkan   kelasnya   disebut   kelas abstrak. Definisi kelas diletakkan pada masing-masing kelas turunannya. Kelas   abstrak   biasanya   dibuat   apabila   pada   subkelas-subkelas memerlukan operasi yang sama dengan metode tersebut, akan tetapi antara   subkelas   dengan   subkelas   lain   memiliki   tindakan   yang berbeda.Untuk   mendeklarasikan   kelas   abstrak   dan   metodenya, dipergunakan kata kunci abstract.

Tujuan
1.   Membantu seseorang yang sibuk untuk dapat mengetahui suatu artikel, hasil penelitian, berita yang terbaru tanpa harus membaca full text.
2.      Menghemat waktu, tenaga dan biaya
3.      Membantu dalam memecahkan masalah dalam penguasaan bahasa
4.      Dapat dipakai sebagai pengganti artikel asli
5.      Sebagai salah satu alat kelengkapan dalam penelusuran surut / pencarian informasi
6.      Sarana untuk membuat indeks.

Contoh Abstraks

ABSTRAK
Rahimon Febrinaldo Ruslan. 11106099
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB TENTANG PENYEBARAN DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI KOTA TANGERANG MENGGUNAKAN ARCVIEW 3.3 DAN MAPSERVER
Tugas Akhir, Jurusan Sistem informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma, 2010.
Kata Kunci : Arcview, Framework chameleon, Industri, Mapserver, Sistem Informasi Geografis.
(xvii + 102 + Lampiran)
Kota Tangerang merupakan kota kawasan industri dengan penyebaran yang sangat banyak di berbagai kecamatan kota Tangerang. Pertumbuhan industri di kota Tangerang juga mengalami siklus naik dan turun dalam hal investasi dan jumlah tenaga kerja. Penulis membuat Sistem Informasi Geografis tentang penyebaran dan pertumbuhan industri kota Tangerang dengan menggunakan arcview 3.3, mapserver dengan dukungan framwork chameleon dan MySQL. Arcview 3.3 Penulis gunakan untuk proses dijitasi peta yaitu terdiri dari dijitasi batas kabupaten yang ada di dalam propinsi Banten, kecamatan kota Tangerang, denah kota Tangerang, dijitasi jalan dan dijitasi titik tempat penyebaran industri di dalam kota Tangerang. Sedangkan untuk aplikasi mapserver Penulis gunakan sebagai proses untuk menampilkan peta di dalam web dengan menggunakan framework chameleon sebagai media penyimpanan area kerja peta situs dan MySQL Penulis gunakan untuk pembuatan admin untuk tambah data dan hapus data di dalam web SIG kota Tangerang ini.
Informasi yang disajikan meliputi nama perusahaan, jalan, kecamatan, jenis perusahaan dan nilai investasi. Dengan adanya web SIG ini diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengetahui informasi industri kota Tangerang.
(Daftar Pustaka 2002 - 2010)
iii


*DAFTAR PUSTAKA


Pengertian
            Daftar Pustaka adalah suatu daftar yang berisi sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah, seperti penulisan ilmiah, skripsi, dan thesis.

Tujuan

1.      Memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah secara keseluruhan
2.   Sebagai pelengkap, karna bila seseorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar pustaka.
3.  Dalam daftar pustaka terdapat keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah tersebut.


Contoh Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.      
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Arkiyah, Nanik. 2007. “Analisis Tata Ruang Sirkulasi Perpustakaan Unit II
Universitas Ahmad dahlan Yogyakarta” Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan
dan Informasi Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Yogyakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia.
Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional RI. 2005. Pedoman Perpustakaan Perguruan
Tingg, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi
Faulker. Brown, H., 1971. Planning the Academic Library, New Castle Upon Tyne:
Oriel Press
Irhamni. 2003. “Persepsi Pemakai dan Pengaruh Desain Interior Terhadap Aktivitas
Pemakai di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia”
Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Indonesia.
Ishar, H.K. 1992. Pedoman Umum Merancang Bangunan, Jakarta: Gramedia



APLIKASI  SISTEM PAKAR UNTUK MEMBANTU PETANI DALAM BERCOCOK TANAM MENGGUNAKAN VB.NET DAN ORACLE





 

Nur Hari Sukoco
18110200




JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012



Referensi 


http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-manfaat-cara-mengutip-dan.html
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Ari%20Kusmiatun,%20S.Pd.,M.Hum./KAIDAH%20KUTIPAN%20dalam%20MKI%20_%20b%20arik.pdf
http://blog.binadarma.ac.id/andri/?tag=abstraksi
http://muhammadnurulmuhtadi.blogspot.com/2010/11/tujuan-dari-pembuatan-daftar-pustaka.html
http://library.gunadarma.ac.id/repository/search/?_cari=1&jenis=skripsi&nama=&fakultas_id=&subjek=&judul=SISTEM+INFORMASI+GEOGRAFIS+BERBASIS+WEB+TENTANG+PENYEBARAN+DAN+PERTUMBUHAN+INDUSTRI+KOTA+TANGERANG+MENGGUNAKAN+ARCVIEW+3.3+DAN+MAPSERVER&npm=&no_induk=&pembimbing=&cari=++Pencarian+Data++

Jumat, 14 Desember 2012

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :

A. Pemilihan Topik
Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.

B. Pembahasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
  • menampilkan informasi latar belakang,
  • menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian,
  • memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis,
  • menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu,
  • menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan,
  • membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi),
  • memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

C. Pemilihan Judul

Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah:

  1. Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
  2. Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian.
  3. Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.
  4. Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.
  5. Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.

D. Menentukan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini :

  1. Menambah struktur pengetahuan.
  2. Mengembangkan metode penelitian.
  3. Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan formulasi kebijakan. 
  4. Mengevaluasi program.
  5. Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.

E. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)

Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.

  • Penyusunan outline (kerangka karangan) secara garis besar dapat dilakukan dengan menggunakan pola alamiah dan pola logis.
  • Macam–macam outline ( kerangka karangan ) dapat berdasarkan atas : sifat rinciannya dan berdasar perumusan teksnya.
  • Syarat outline ( kerangka karangan ) yang baik adalah sebagai berikut :
  • Tesis atau pengungkapan harus jelas.
  • Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
  • Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide jelas.
  • Harus menggunakan simbol yang konsisten.


F. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah

1. Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
    Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.

2. Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah

    Sebelum Anda memulai menulis, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan Anda tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah Anda di dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaian. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.

3. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
    Cakupan materi itu sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasi calon pembaca tepat. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan Anda, maka otomatis Anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akn sulit bagi Anda untuk memilih dan memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.

Alinea


Pengertian  Alinea
Alinea adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari sebuah kalimat yg merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.


Tujuan Pembentukan Alinea


1. Menyalurkan penjelsan ide-ide atau gagasan pikiran secara detail karena terdiri dari ide pokok dari penjelsan ide dan juga paragraf merupakan bagian atau petaan-petaan dalam wacana.

2. Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lebih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.

 3. Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengandung suatu tema, bila terdapat dua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea.

Macam-macam Alinea

- Berdasarkan Tujuannya

Alinea pembuka : Alinea pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

Alinea penghubung : Alinea penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada alinea pembuka.

Alinea penutup :
Alinea penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) menenai hal-hal yang dianggap penting.

- Berdasarkan letak kalimat utama

Paragraf Deduktif
Letak kalimat utama di awal paragraf dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

Paragraf Induktif
Letak kalimat utama di akhir paragraf. diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

Paragraf Campuran

Letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.


Contoh Alinea

Perubahan telah terjadi pada industri tradisional.Berbagai jenis peralatan produk baru seperti mesin potong, mesin pres, mesin bor, mesin bubut mesin las kini telah meningkat kapasitasnya dengan berlipat ganda. Kapasitas mesin potong pada industri modern telah banyak meningkat sebanyak ribuan kalilipat selama 1900-an. Hal ini dimungkinkan karena telah ditemukannya logam yang tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan sangat tinggi. Disamping itu, telah tercipta pula mesin-mesin peralatan yang sangat kuat untuk mendukung proses tersebut. Ide pokok pada paragraph diatas dikembangkan dngan menggunakan contoh.ide pokok terdapat pada bagia awal jadi alinea ini juga merupakan alinea deduktif.